ASUS OLED, Solusi Optimal Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Jarak Jauh
Aplikasi Zoom sudah menjadi aplikasi yang wajib di masa pandemi ini. Selain membutuhkan jaringan internet yang stabil, aplikasi ini juga memerlukan kualitas layar laptop yang prima. Kualitas layar yang prima, sangat diperlukan karena aplikasi ini berbasiskan pada video streaming.
Namun, terdapat pemandangan yang unik pada hari itu. Pemandangan yang unik itu adalah, ketika Gael tidak hanya menggunakan satu buah laptop saja. Tetapi ia juga menggunakan sebuah smartphone, yang difungsikan sebagai kamera pengawas. Rupanya pada hari itu, ia akan mengikuti ujian akhir semester.
Penggunaan smartphone sebagai kamera pengawas, tentu sangat baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan akademis. Hanya saja, ini berarti harus ada 2 aplikasi Zoom yang berjalan dalam satu waktu. Satu untuk berhubungan langsung dengan gurunya di sekolah. Dan satu lagi dihubungkan dengan smartphone, yang diletakkan di samping-belakang tempat duduk murid, sebagai kamera pengawas.
Pemakaian 2 aplikasi berbasiskan video streaming tersebut, tentu saja berakibat adanya tuntutan dari hadware laptop yang prima. Untungnya, anak kami Gael sudah menggunakan laptop ASUS.
Laptop ini merupakan laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga.
Tentu saja, penggunaan laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513), akan menjamin proses pemakaian 2 aplikasi video streaming secara simultan, tidak akan menemui hambatan. Apalagi laptop ini juga sudah dilengkapi dengan sistem AI Noise Cancelling.
Teknologi ini dapat mereduksi suara bising yang dihasilkan di sekitar kita, seperti misalnya suara mesin cuci, suara orang berbicara, suara mobil, dan suara-suara lainnya, yang biasa kita temui di sekitar rumah.
Alhasil, tidak ada lagi alasan proses belajar jadi terganggu, atau nilai ujian buruk karena tidak mendengar instruksi dari guru. Semua itu, tidak akan ditemui lagi jika kita menggunakan teknologi seperti ini.
Kesehatan Mata Anak
Terdapat satu hal yang seringkali kita abaikan. Yaitu kesehatan mata dari anak-anak kita. Hal ini sering terabaikan, karena biasanya anak-anak kita di usianya yang masih muda, sangat jarang mempunyai masalah pada penglihatannya.
Kita lupa bahwa sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan situasi pandemi, mengakibatkan anak-anak kita diharuskan berada di belakang layar laptop dalam kurun waktu yang jauh lebih lama daripada biasanya. Anak kami Gael, rata-rata ia menghabiskan paling tidak 8 jam per hari di depan layar komputer.
Mengingat lamanya waktu yang ia habiskan di depan laptop, hal ini bisa berakibat pada lelahnya mata anak-anak kita. Terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan, ketika memilih layar laptop yang akan dibeli.
Pertama, dibutuhkan layar yang cukup besar, sehingga mata tidak perlu berkontraksi cukup keras. Masalah ini telah dapat teratasi dengan penggunaan layar 15 inchi, yang terdapat pada ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513).
Dengan menggunakan layar yang besar, maka jarak pemakaian bisa diatur lebih jauh. Sehingga dapat menghindari terjadinya astenopia atau kelelahan pada mata. Suatu kondisi yang jika terjadi dalam waktu yang lama dan intens, dapat menyebabkan terjadinya rabun dekat.
Biasanya di rumah kami, Gael selalu mengatur posisi duduknya pada jarak sekitar 50 cm dari layar laptop. Menurutnya, pada jarak tersebut, detail gambar pada layar masih dapat terlihat dengan sangat jelas. Dan yang pastinya, masih aman dan tidak melelahkan bagi mata.
Kedua, selain kebutuhan akan layar yang lebih besar, perlu juga dipikirkan agar menggunakan layar yang lebih ramah terhadap kesehatan mata. Lalu bagaimanakah layar yang bisa dianggap ramah terhadap kesehatan mata itu?
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap gadget yang menggunakan layar, akan menghasilkan radiasi cahaya biru. Radiasi cahaya biru inilah yang biasanya menjadi penyebab terjadinya kelelahan dan kerusakan pada mata.
Masalah ini tentu harus menjadi perhatian utama, dari setiap orang tua yang hendak membelikan anaknya, sebuah laptop. Kami tentu saja sangat khawatir dengan efek radiasi cahaya biru ini, dalam jangka panjang.
Apalagi di sekolah anak kami Gael, sudah banyak laporan dari para orang tua murid yang mengatakan, bahwa sejak masa pandemi ini, banyak anak-anak mereka yang mengeluhkan kondisi matanya.
Oleh karena itu, kami membelikan Gael anak kami, laptop ASUS yang telah dilengkapi dengan fitur Eye Care. Fitur ini bisa mengurangi tingkat radiasi sinar biru, sampai dengan 70%.
Selain bisa mengurangi radiasi sinar biru, fitur ini juga bisa mempertahankan kualitas warna dan reproduksi gambarnya. Fitur ini juga telah mendapatkan sertifikat Flicker Free dan Low Blue Light dari TUV Rheinland.
Ketiga, kebutuhan layar dengan response time yang cepat sangatlah penting. Saat ini, kebanyakan aplikasi yang dibutuhkan untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh, ialah aplikasi yang berbasiskan pada video streaming.
Aplikasi-aplikasi seperti Zoom dan Google Meet, akan sangat melelahkan bagi mata, jika digunakan dengan layar komputer yang mempunyai response time lambat. Sebab dengan response time yang lambat, maka sering terjadi efek blur jika gambar bergerak dengan cepat.
Laptop ASUS OLED mempunyai layar dengan response time sekitar 0,2 ms atau 50 kali lebih cepat daripada layar laptop pada umumnya. Sehingga tidak peduli seberapa cepat gambar bergerak, laptop dengan layar ASUS OLED akan dapat mengakomodasinya tanpa adanya efek blur.
Menurut pengalaman anak kami sejak ia menggunakan laptop dengan teknologi ASUS OLED, ia sama sekali tidak merasakan adanya efek blur ini. Meskipun laptopnya dipakai untuk ber-Zoom ria, sepanjang hari. Bahkan jika dipakai untuk bermain game online pun, Laptop ASUS ini selalu dapat menampilkan gambar yang optimal.
Fitur Penting Yang Mendukung PJJ
Sudah menjadi rahasia umum, jika sambungan internet di tanah air dikenal sangat tidak stabil. Hal ini membuat para orang tua cukup kesulitan dalam memilih provider yang bisa mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara optimal.
Oleh sebab itu, bukanlah hal yang aneh jika dalam satu rumah, tersedia beberapa router yang berasal dari provider sambungan internet yang berbeda. Tentunya diharapkan setiap gadget bisa memilih secara otomatis, koneksi dengan router mana yang paling stabil dan kuat.
Masalah yang satu ini tampaknya sudah teratasi dengan fitur Smart Connect. Fitur ini merupakan salah satu fitur dari teknologi WIFI 6, yang sudah terdapat dalam laptop ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513). Tentunya hal ini membuat masalah kestabilan sambungan internet, menjadi lebuh mudah untuk diatasi.
Pandemi memang membuat banyak sekali perubahan dalam kehidupan manusia. Tidak terkecuali dalam hal pendidikan anak-anak kita. Jika tadinya, setiap hari mereka harus keluar rumah untuk bersekolah, saat ini semua itu harus dilakukan dari rumah.
Tentu saja, ini menuntut penyesuaian yang tidak sedikit. Jika dulu gadget seperti laptop, smartphone dan tablet, dapat dianggap sebagai alat pendukung pendidikan mereka. Maka saat ini, alat-alat tersebut merupakan kebutuhan primer untuk pendidikan anak-anak.
Memiliki gadget dengan teknologi layar ASUS OLED, akan sangat berpengaruh bukan hanya pada kualitas pembelajaran yang diterima oleh anak-anak kita, tetapi juga pada kesehatan mata mereka.
Maka sudah selayaknyalah, kita sebagai orang tua untuk selalu berusaha menyediakan yang terbaik. Karena kualitas pendidikan yang baik, akan sangat menentukan bagi masa depan anak-anak kesayangan kita.
Komentar
Posting Komentar