Persaingan Portal Berita Online Di Indonesia


Suara triton terdengar nyaring ditiup oleh seorang pemuda. Tidak lama kemudian disusul oleh tarian dan musik khas Papua. Bunyi alat musik asli Papua ini, seolah menjadi pertanda dimulainya acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional yang ke 20.

Rangkaian acara yang digelar pada malam itu di stadion Lukas Enembe yang megah, seakan menjadi penegas betapa besarnya pembangunan yang dilakukan di Indonesia bagian timur ini. Daerah yang dahulu seolah-olah terlupakan, sekarang telah bisa menyelenggarakan event berskala nasional.

Hal ini tidak lepas dari usaha pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan pendidikan pada Indonesia bagian timur. Tekad ini didasarkan pada persepsi bahwa setiap jengkal tanah di bumi pertiwi ini merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Sehingga oleh karenanya, pemerataan pembangunan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Tekad yang sama, seperti yang ditunjukkan oleh para pemuda kita 93 tahun yang lalu. Melalui ikrar bersama, Sumpah Pemuda 1928. Sumpah yang didasari oleh persamaan nasib dan komitmen, sebagai satu bangsa, bangsa Indonesia.

Dari ikrar ini bisa kita lihat, bahwa sejak sebelum kemerdekaan, para pemuda kita sudah memainkan peran yang sangat penting. Ketika pada masa lalu, para pemuda kita menjadi salah satu pionir dalam melawan penjajahan. Maka pada masa sekarang ini, mereka mempunyai musuh yang berbeda.

Musuh mereka saat ini ialah bagaimana mempertahankan pandangan kritis dan meningkatkan kompetensi mereka, agar bisa bersaing dalam era revolusi industri 4.0. Suatu era dimana terjadi pemanfaatan teknologi digital secara masif.

Masifnya pemanfaatan teknologi digital ini, telah merambah ke banyak bidang. Salah satunya ialah tentang cara mengkonsumsi berita sehari-hari. Jika dulu, radio, televisi, koran, menjadi ujung tombak dalam penyiaran berita, maka saat ini benda-benda tersebut telah tergantikan.

Saat ini media sosial online dan portal berita online, merupakan sumber informasi utama kita. Sudah menjadi pemandangan umum, jika kita melihat gadget selalu menempel di tangan orang. Mereka secara aktif selalu mengikuti informasi yang beredar di media-media online tersebut.

Tedapat beberapa faktor yang menyebabkan kita menjadi jatuh hati kepada media online. Faktor kecepatan dalam menyiarkan berita-berita terkini, dan kredibilitas dari portal berita tersebut, biasanya adalah faktor yang cukup dominan.

Selain itu, saat ini kita biasanya juga cukup malas untuk membaca artikel yang panjang seperti di koran-koran konvensional. Kita lebih memilih membaca artikel online, yang biasanya cukup pendek dan hanya berbentuk ringkasan berita saja.

Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Pada beberapa tahun belakangan ini, bermunculanlah portal berita-portal berita yang berusaha menangkap demand dari masyarakat ini.

Umumnya portal-portal berita ini mempunyai konten-konten dengan cara penyajian yang kurang lebih sama. Biasanya mereka lebih berfokus pada konten entertainment, olahraga dan berita politik. Hal ini disebabkan karena tujuan utama mereka ialah mendatangkan pengunjung/trafik sebanyak mungkin ke portal tersebut. Yang pada akhirnya akan mendatangkan income yang besar dari para pengiklan.

Tentu saja dengan semakin banyaknya iklan, maka akan semakin mengurangi kenikmatan untuk dibaca. Dan pada akhirnya akan mengurangi jumlah pengunjung. Sudah semakin banyak portal-portal berita yang akhirnya tutup, karena ditinggalkan pembacanya.

Seleksi alam memang terjadi pada setiap aspek kehidupan kita. Tidak terkecuali juga pada bisnis portal media. Pada akhirnya, yang bisa bertahan hidup adalah portal berita yang tidak hanya kredibel, tetapi juga bisa memberikan kenikmatan membaca bagi para pengunjungnya.

Postingan populer dari blog ini

Meningkatkan Kompetensi Guru, Solusi Untuk Masalah Pemberhalaan Nilai Ujian

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengadopsi Hewan Piaraan

ASUS OLED, Solusi Optimal Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Jarak Jauh